Bagi Brury, keinginan untuk maju bukanlah ambisi semata, melainkan
panggilan hati yang tumbuh bersamaan dengan perjalanan hidupnya di Desa Lotta.
Ia paham betul apa yang menjadi harapan, kebutuhan, dan bahkan keluh kesah
warga, karena ia sendiri adalah bagian dari mereka.
“Berangkat dari kehidupan sosial yang saya jalani sejak kecil,
tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Desa Lotta, saya memiliki ikatan
emosional serta tanggung jawab moral yang besar terhadap desa ini,” ujar Brury
dengan nada tulus saat ditemui media ini di rumah kediamannya, Kamis (28/5/2026).
Sepanjang pergaulannya sehari-hari, Brury terus mendengarkan dan
mencatat aspirasi yang disampaikan warga. Dari situlah ia menyusun daftar
prioritas pembangunan yang paling mendesak untuk diselesaikan. Kebutuhan akan
layanan air bersih yang merata, peningkatan sarana dan prasarana seperti
penerangan jalan demi keamanan bersama, hingga penyediaan lahan pekuburan yang
layak dan tertata, menjadi fokus utama yang akan segera ditangani jika nantinya
dipercaya memimpin.
Sosok muda ini tidak datang dengan tangan kosong. Ia memiliki
bekal keilmuan yang sangat relevan untuk mengelola pemerintahan desa. Brury
merupakan lulusan Sarjana Ilmu Pemerintahan, Program Studi Ilmu Politik, di
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT)
Manado. Disiplin ilmu yang dipelajarinya secara mendalam menjadi landasan kuat
bagaimana seharusnya sebuah pemerintahan dikelola dengan baik, benar, dan tepat
sasaran.
Tak hanya itu, rekam jejak keaktifannya di berbagai organisasi mulai
dari dunia kemahasiswaan, gerakan kepemudaan, hingga bidang olahraga telah
menempa jiwa kepemimpinannya, melatih cara berpikirnya, serta membentuk
karakter pribadinya yang tangguh, luwes, dan mampu bekerja sama. Semua kualitas
itu kini bertambah kokoh dengan dukungan penuh yang ia terima dari keluarga
tercinta dan kepercayaan yang mulai mengalir dari masyarakat Desa Lotta.
Dengan segala bekal dan kepercayaan yang diterimanya, Brury
menegaskan prinsip kepemimpinan yang akan ia pegang teguh. Baginya, memimpin
adalah melayani, dan pelayanan yang baik harus dibangun di atas dasar
kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
“Saya berkomitmen untuk memimpin dengan jujur, adil, dan
bertanggung jawab. Saya pun terbuka menerima segala bentuk kritik yang
membangun, serta siap bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat Desa Lotta
demi kepentingan dan kesejahteraan kita bersama,” tegas Brury.
Semangat dan prinsip tersebut kemudian dirangkumnya dalam sebuah
visi besar yang menjadi arah tujuan seluruh langkah kerjanya: “Mewujudkan Desa
Lotta yang inovatif, mandiri, akuntabel, transparan dan sejahtera.”
Sebuah visi yang menyiratkan keinginan kuat Brury untuk
membawa Desa Lotta tidak hanya sekadar berkembang, tetapi menjadi desa yang
kreatif dalam mencari solusi, berdiri di atas kekuatan sendiri, mengelola
segala urusan dengan bertanggung jawab dan terbuka, serta pada akhirnya membawa
seluruh warga menuju kehidupan yang makmur dan bahagia. Brury Sondakh hadir
membawa pesan sederhana namun bermakna,”Putra asli kembali pulang, membawa ilmu
dan karya untuk Desa Lotta yang lebih gemilang.”


